Ibu-Ibu PKK yang Semangat dan Anggaran RW yang Megap-Megap


Warta Kalbarmai (Depok). Siapa bilang ibu-ibu cuma mau berperan di belakang layar alias menjadi konco wingking, kata orang Jawa. Mereka pun ingin maju dan beraktualisasi diri dalam batas-batas kodratnya. Lihatlah, bagaimana ibu-ibu anggota PKK di perumahan Kalibaru Permai tetap semangat dan antusias mengikuti rapat PKK, meski sedikit kecapaian karena sebelumnya mengurusi acara Posyandu.

Itulah sebagian dari aktivitas ibu-ibu PKK di lingkungan perumahan Kalibaru Permai yang pada 10 April 2010 menggelar rapat terbatas dengan pengurus RW. Banyak masukan positif yang didapat oleh pengurus RW dari rapat tersebut. Di antaranya, pentingnya pengurus memberikan perhatian pada program RW Siaga, juga Posyandu sendiri, serta perlunya pemberdayaan keterampilan ibu-ibu yang bisa mendatangkan manfaat secara ekonomis.

Mengenai RW Siaga, pengurus diharapkan untuk dapat melaksanakan semua programnya yang tertuang dalam 8 indikator. Sedangkan mengenai Posyandu, pengurus diminta perhatiannya yang ekstra terutama dalam hal sosialisasi dan kontribusi dana agar program tersebut bisa terlaksana setiap bulannya.

Dalam rapat tersebut juga disepakati untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang dulu pernah digelar oleh PKK, seperti senam kesegaran jasmani, pengajian bulanan, dan arisan bulanan yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan memperat tali silaturahmi di antara warga khususnya ibu-ibu. Tak ketinggalan, kegiatan kreativitas anak-anak juga akan diadakan.

Pada kesempatan yang sama, kepengurusan PKK periode 2010-2013 juga berhasil dibentuk. Yaitu sebagai ketua PKK dijabat Ibu Fitri Reva, sekretraris Ibu Lilis Anton, dan bendahara Ibu Yoshi Y. Nugraha. Sedangkan pengurus Posyandu adalah Ibu Disti A. Taufiq sebagai ketua, Ibu Yuni H. Purwanto sebagai sekretaris dan Ibu Imam Prabowo sebagai bendahara.

Perencanaan Anggaran RW

Setelah rapat dengan seksi PKK, pada malam harinya pengurus RW menggelar rapat pleno diperluas, bertempat di kediaman Pak Arif Effendi (B1/12), yang membahas perihal perencanaan anggaran selama setahun ke depan. Pembahasan soal ini sangat penting mengingat dari situ akan dapat ditetapkan sebuah beleid soal keuangan RW ke depan.

Menurut bendahara 1 RW Pak Arif Effendi, secara umum keuangan RW masih dikatakan aman hingga akhir tahun nanti jika pengeluarannya hanya untuk alokasi gaji tenaga keamanan, kebersihan dan sampah, serta overhead cost yang secara totally tidak lebih dari Rp 9 juta per bulan. Namun kas RW itu akan bermasalah dan terasa megap-megap jika dipaksa untuk mendanai berbagai macam kegiatan, seperti kegiatan 17-an atau PORSEGA (Pesta Olahraga dan Seni Warga), pembangunan gapura, maupun kegiatan yang masuk dalam program kerja masing-masing seksi.

Karena itu agar program kerja tersebut tetap bisa terlaksana, maka dituntut adanya kreativitas dari personil masing-masing seksi. Mengingat, pada tahun pertama kepengurusan baru ini disepakati tidak ada kenaikan iuran bulanan. Bentuk kreativitas itu bisa dengan cara mencari donasi baik warga maupun non-warga maupun dengan membuat unit usaha yang profitable.

Salah satu contohnya adalah seperti yang dilakukan seksi Infokom dengan membuat RT/RW-Net yang profitable atau seksi Banghara dengan mencoba mencari donasi untuk mendanai pembangunan gapura. Ataupun juga seperti yang akan dilakukan seksi Orkes dengan meminta donasi warga untuk mendanai kegiatan PORSEGA.

Diperkirakan, anggaran pendapatan RW baru akan stabil dan bisa sedikit bernafas mungkin pada tahun kedua, setelah adanya kenaikan iuran bulanan warga. Mengenai berapa persen besaran kenaikannya, masih akan diputuskan pada waktu mendatang.

Tunggu saja tanggal mainnya…. !!!

About these ads

4 Balasan ke Ibu-Ibu PKK yang Semangat dan Anggaran RW yang Megap-Megap

  1. Sony mengatakan:

    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…
    semoga tidak ada kenaikan iuran bulanan…

    kalo naek paling 10 rebo yah pa Rw,…
    10.000 x 120 = Rp. 1.200.000

    ayo dong daftar RT/RW net kalo semua daftar
    RW pasti ga jadi naekin deh… :d

  2. yunindra mengatakan:

    sebenarnya kami selaku pengurus rw juga tidak ingin ada kenaikan, toh kami juga warga dgn kewajiban yg sama. Jadi mhn kepada semua warga untuk bisa memberikan masukan yang konkret dan intens mengenai pendanaan rw ini. Karena terus terang pengurus spt ‘digempur’ terus dengan kebutuhan2 biaya yg rutin yg harus segera direalisasikan. Jadi keputusan yg diambil pun terkadang sulit tp harus dilaksanakan dan cenderung instan.
    kalo rt/rw net jalan berarti sudah ada source dana yg bisa diandalkan rw. meskipun skrg blm bisa diperkirakan pasti besarannya.
    jadi dana tidak jadi masalah tp uang yg penting… lho?
    salam senyum..

  3. jarfin mengatakan:

    betul pak Yun, makanya mari kita kembangkan KalibarupermaiNet bersama-sama. dari warga untuk warga !

  4. Dhorifi Zumar mengatakan:

    Dear Pak Sony dkk,

    Opsi menaikkan iuran bulanan warga adalah opsi yang paling konservatif yang akan diambil oleh pengurus RW jika saluran source finansial RW sudah mampet. Tetapi selagi masih ada potensi saluran itu akan terus mengalir, ya kita tidak bakal mengambil oposi itu.

    Meksi demikian untuk jaga-jaga siapa tahu saluran itu benar-benar mampet maka pengurus tetap sejak dini ”mewacanakan” bahwa iuran bulanan warga pada tahun kedua, yaitu mulai awal 2011, akan dinaikkan. Kenapa? Ini hanya bagian dari terapi psikologis saja agar jika sewaktu-waktu iuran itu dinaikkan maka warga sudah tidak kaget atau shock lagi karena telah jauh-jauh hari diwacanakan/disosialisasikan.

    Saluran sumber dana yang sekarang sedang di-created oleh pengurus itu antara lain ya RT/RW-Net, pengalihan petugas sampah dari yang sekarang ke Dinas Kebersihan & Pertamanan Pemkot Depok karena akan ada potensi saving yg lumayan, dan terakhir adalah Koperasi warga Kalibaru permai yang insya Allah akan di-establish pada akhir tahun 2010.

    Karena itu jika warga menginginkan iuran bulanan tidak naik hingga masa kepengurusan kami berakhir (yaitu tiga tahun ke depan), maka konsekuensinya mereka harus mau secara sukarela menjadi pelanggan KalibaruPermaiNet dan menjadi anggota KOPERASI. Dengan menjadi anggota Koperasi sebenarnya sama dengan mereka berinvestasi sebab pada setiap akhir tahun mereka akan mendapatkan SHU (sisa hasil usaha), atau istilah gampangnya ’keuntungan’. Nah karena ini investasi maka goal-nya adalah keuntungan. Dengan memiliki sumber income yang memadai maka diharapakan KESEJAHREAAN warga pun akan meningkat. Dan inilah sebetulnya yang menjadi concern pengurus baru, yaitu memberdayakan potensi ekonomi warga untuk peningkatan kesejahteraan.

    Ada satu lagi sebetulnya yang bisa menjadi sumber income RW dan warga yang sangat potensial yaitu pemanfaatan lahan fasos dan fasum untuk usaha produktif antara lain pembangunan fasilitas olahraga komersial contohnya GOR futsal, tenis, kolam renang dll. Cuma konsekuensinya, kita harus mencari investor. Dari pola kerjasama yang dilakukan ini kita akan mendapatkan revenue/return (pendapatan) yang lumayan besar, dan dana itu nantinya bisa kita alokasikan untuk pembangunan pagar tembok dan jalan perumahan yang sudah banyak rusak saat ini.

    Karena menurut kalkulasi kita, pembangunan tembok pagar dan jalan perumahan akan menelan biaya kurang lebih 400-500 juta rupiah. Nah jika angka itu di-share kepada warga maka warga akan dibebani sumbangan minimal Rp 3 juta per KK. Pertanyaannya kemudian, apakah warga mau dan sanggup dengan sumbangan sebesar itu?????

    Sesungguhnya dengan pola kerjasama antara investor dan warga (up. pengurus RW), maka kita tidak akan lagi membebani warga dengan sumbangan senilai Rp 3 juta itu, tapi justru memberikan lapangan usaha baru kepada mereka, misalnya warga bisa membuka warung/depot makanan-minuman di sekitar GOR tersebut.

    Ini Benar-benar solusi yang sangat ELEGAN: pengurus tenang warga pun senang….Perumahan jadi benar-benar Aman, Guyub, Aspiratif, Maju, Indah, dan Sejahtera (AGAMIS)……itulah OBSESI kita bersama.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: