Segera Berdiri USP dan Gapura Perumahan


Warta Kalbarmai (Depok). Rapat kedua pengurus baru RW—yang digelar Sabtu malam, 6 Maret 2010 di kediaman Pak Bony Mansoer [B3/15]—yang juga melibatkan pengurus inti seluruh RT menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain segera didirikan unit Usaha Simpan Pinjam (USP) sebagai embrio koperasi dan juga  akan segera dibangun gapura perumahan.

Untuk merealisasikan unit USP tersebut RW membentuk Tim Formatur yang terdiri dari delapan orang utusan RW dan RT, yaitu Pak Anton, Bambang Irianto, Bony Mansoer, Aep Purwanto, Sony Birowo, Mumu, Rozali, dan Yulizar. Kedelapan orang ini diserahi kepercayaan penuh untuk memfasilitasi pendirian USP, mulai dari persiapannya, proses pendirian hingga pelaksanaan bisnisnya.

Pada rapat tersebut kita mengundang Pak Ibnu—pengelola Paguyuban Simpan Pinjam di RW.09 Kelurahan Manggarai Selatan Jakarta—untuk berbagi (sharing) pengalaman beliau dalam mengelola unit usaha tersebut hingga berhasil. “Kami menamainya Paguyuban Simpan Pinjam, belum koperasi karena memang belum berbadan hukum. Kami punya anggota sebanyak 115 orang. Mereka ini yang boleh meminjam dengan plafon pinjaman maksimal 1 juta dan uang jasa sebesar 2% per bulan,” jelas Pak Ibnu.

Dari paparan tersebut kita menjadikan USP di Manggarai itu sebagai role model (pola percontohan) yang akan diterapkan di Kalibaru Permai, tentu saja dengan improvisasi atau penyesuaian lebih lanjut.

Rencana pendirian USP ini merupakan concern pengurus baru yang ingin meningkatkan kesejahteraan warga Kalbarmai. Sebab dari adanya USP tersebut menimal warga yang sewaktu-waktu mengalami kesulitan finansial telah mendapatkan solusinya dengan meminjam sementara di USP. Karena itu USP ini nantinya akan melibatkan banyak warga yang berminat untuk jadi anggotanya.

Selain soal USP, rapat yang dihadiri 24 peserta tersebut juga berhasil menyepati pendirian/pembangunan gapura perumahan. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan (Banghara) yang menjadi penanggungjawab telah menyiapkan proposal atau overview yang berisi abstraksi, juklak/juknis, scheduling (jadwal pelaksanaan) dan budgetting (rencana anggaran).

Dengan demikian, rencana pembangunan balai/kantor RW untuk sementara di-pending dulu, karena dipandang belum terlalu mendesak (urgent). Apalagi ada usulan dari peserta rapat bahwa RW sebaiknya memanfaatkan saja fasilitas balai RT yang ada, sembari mengupayakan ke depannya balai tersebut menjadi fasilitas bersama. Tentu saja setelah ada kesepakatan dari RT yang bersangkutan melalui mekanisme win-win solution.

”Kami dari Banghara juga berpendapat demikian, bahwa fasilitas balai RW belumlah mendesak. Karena mau tidak mau nantinya akan membutuhkan mobilisasi dana yang tidak sedikit dari warga. Yang perlu dibangun segera menurut kami justru gapura perumahan, dimana kami sendiri sudah menyiapkan perencanaannya,” kata Pak Kasim dari Banghara.

Sinkronisasi program RW-RT

Agenda lain dalam rapat kedua tersebut adalah sinkronisasi program RW dengan RT. Sepeti diketahui bahwa target dari pengurus baru RW sekarang adalah menciptakan kondisi dan suasana lingkungan Kalibaru Permai yang Aman, Guyub, Aspiratif, Maju, Indah, dan Sejahtera (AGAMIS). Untuk itu, semua program RT dihimbau untuk bersinergi dengan target RW tersebut. ”Kami mohon semua RT untuk menyokong target RW tersebut. Jangan sampai ada program RT yang justru berseberangan dengan program RW. Sebab bagaimanapun juga RT adalah kepanjangan tangan atau penyambung lidah dari RW kepada warga. RT adalah ujung tombak dari RW. Tanpa dukungan RT, RW tidak akan bisa berbuat apa-apa,” ujar ketua RW.

Disamping itu, RT diharapkan untuk proaktif terhadap segala persoalan dan peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Setiap persoalan dan peristiwa apapun yang menyangkut kepentingan warga diharapkan untuk dikomunikasikan dengan pengurus RW. Terutama seksi keamanan masing-masing RT untuk menjadi semacam radar yang dapat memantau setiap gerak-gerik warga dan orang luar yang berada di lingkungannya. ”Jangan sampai selama periode kita ini di perumahan Kalibaru Permai terjadi peristiwa kemalingan atau kecurian. Karena itu kita harus antisipasi sedini mungkin,” tandas Pak DZ.

Selanjutnya, masing-masing RT diminta untuk membangun sistem administrasi (dokumentasi/arsip/notulensi)  sebaik mungkin. Khususnya database warga harus dibuat dan di-update setiap saat. RT juga diharapkan untuk mencatat setiap peristiwa atau acara yang digelar di lingkungannya. Ini kepentingannya dengan upaya untuk menyiapkan data selengkap mungkin guna pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus di akhir periode kelak.

Tatib Tertib (Tatib) perumahan yang telah dikonsep pada 2005 dan diterbitkan pada 2007 oleh pengurus RW lama juga rencananya akan di-upgrade/direvisi untuk disesuaikan dengan kondisi dan dinamika yang berkembang saat ini. ”Banyak kasus-kasus yang muncul belakangan yang sulit dicarikan jalan keluarnya karena belum ada landasan hukumnya. Contohnya, ada warga yang punya 2 rumah tapi bayar iurannya hanya satu. Mungkin dengan di-upgrade-nya Tatib itu nantinya akan bisa kita jadikan sebagai landasan hukum atau guideline untuk menyelesaikan beberapa kasus baru yang muncul,” kata Pak Yunindra, sekretaris 1 RW.

Pengurus RW juga meminta kepada semua pengurus RT untuk mendorong tumbuhnya jiwa-jiwa wirausaha di kalangan warga, karena ini bagian dari concern pengurus baru untuk mengembangkan potensi ekonomi warga. ”Mohon dibantu warga yang meminta surat pengantar RT buat pengurusan perizinan usaha dan sebagainya. Jangan sampai dipersulit, mohon dipermudah saja,” himbau ketua RW.

Pada rapat tersebut juga diutarakan wacana untuk penarikan 100% iuran warga sebesar Rp 60.000 untuk kas RW, artinya meniadakan jatah Rp 5000 untuk kas RT. Tapi ini sifatnya masih wacana dan belum menjadi kebijakan/beleid dari RW. Mengingat memang kondisi cash flow RW sekarang ini sangat kurang sehat untuk tidak mengatakan tekor/defisit. Tanpa anggaran yang mencukupi dikhawatirkan program-program RW tidak akan berjalan dengan baik.

Namun wacana itu ditanggapi beragam dari masing-masing RT. Ada yang sepertinya mau mengerti, tapi tidak sedikit juga yang sepertinya berkeberatan. Sebab ternyata selama ini ada RT yang sangat mengandalkan jatah Rp 5000 itu untuk menggaji tenaga kebersihan yang berada di lingkungannya. Alhasil, wacana itu pun akan dikaji lebih lanjut dalam sebuah rapat khusus (adhoc) pada waktu mendatang.

Memang seperti buah simalakama. Di satu sisi pengurus RW ingin tidak menaikkan iuran warga, tapi di sisi lain kebutuhan dana RW terus meningkat setiap saat, terutama untuk pengeluaran rutin seperti gaji tenaga keamanan, kebersihan, sampah, dan kebutuhan-kebutuhan mendadak lainnya (overhead cost). ”Tanpa menaikkan iuran, kayaknya kepengurusan kita akan berat,” cetus Pak Arif Effendi, bendahara 1 RW.

Nah lho, puyeng dech pengurus baru……!!!

37 Balasan ke Segera Berdiri USP dan Gapura Perumahan

  1. Jarfin mengatakan:

    memang berat beban tugas RW periode ini, tapi mulai tampak secercah harapan untuk mengatasi tantangan yang ada, maju terus pak DZ!

  2. warga biasa mengatakan:

    Explorasi ide dan pikiran hanya demi kepentingan warga bersama, sangat tugas yang mulia.
    Jangan dianggap beban tapi hobby yang menyenangkan.

    Kalibaru Permai akan menjadi Role model selanjutnya, tim 8 siap-siap road show untuk bagi-bagi kesuksesan.

    Salut dan selalu kami dukung !!

    salam

  3. Muh Razi mengatakan:

    Luar biasa proses program yang dibangun oleh RW. Sbg sharing ide.. Bagaimana dg membuat RT/RW network?
    Strateginya RW membuat internet 24 jam dg iuran bersama warga dlm 6 kali bayar.
    Efeknya nanti terjaring intranet network antar rumah. Sehingga bs titip kamera/cctv/webcam di tempat2 strategis. Sbg additional nanti bs dibangun warnet sbg wujud usaha simpan pinjam.

    Smg sukses.

  4. yunindra mengatakan:

    betul pak…, yg penting adalah bhw RW dan RT bisa saling bersinergi, samakan langkah, visi dan tujuan meskipun berbeda cara pandang.
    Merdeka RW 07 dari masalah !

  5. Rudi. S mengatakan:

    Semoga sukses Misi & visinya pengurus RW yg br Bravo…

  6. Tri Wahyudi mengatakan:

    mdh2an dg adanya misi & visi dari RW yg disosialisasikan ke RT & dilanjutkan ke warga, akan me-nyamakan cara pandang demi kemajuan Kalibaru Permai. Sukses selalu.

  7. warga biasa mengatakan:

    cara pandang yang berbeda itu hal yang biasa dan wajar.Yang bahaya kalau peserta rapat saling pandang dengan mesra hehehe….

  8. yunindra mengatakan:

    usul pak jarfin: gimana caranya ya supaya semua pengurus bisa mengupdate sendiri secara langsung informasi apapun yang bermanfaat ke blog ini…., supaya tidak sekedar komen sj yang termuat….

  9. Dhorifi Zumar mengatakan:

    Wow luar biasa respon rekan2 semua, terimakasih banyak, tanpa support dan dukungan teman2 dan warga pengurus RW tdak akan bisa berbuat apa2. Kawal terus kepengurusan kami dg dukungan yang positif, kreatif dan inovatif.

    Untuk usulan Pak Razi (warga kita yg sedg di Riau) agar RW mengintrodusir RW-RTNet itu udah pernah kita wacanakan di kalangan pengurus terbatas. Cuma persoalannya hanya pd modal awal yg konon lumayan gede.

    Trus tuk usulan Pakyun: utk sementara agar isi blog kita lebih tertib dan teratur maka yg posting/upload kita batasin dulu, utk sementara dihandle personil infokom. Sbb kalo tdk disaring nanti semua info (yg mgkn blm tentu baik) nongol di blog kita. Berabe dech kayak spam blog kita, he..he…

  10. Eka mengatakan:

    Assalamualaikum…Bravo buat seluruh pengurus RW Perum Kalibaru permai dan jajarannya, terkait Usaha simpan pinjam, sy mndukung spenuhnya, walaupun sy blm tau scara detail bagaimana aturan mainnya, sy cuma mgusulkan klo bisa (mngkin hrs bisa) aturan main usaha simpan pinjam ini mengadopsi sistem syariah krn mayoritas wrga kita adalh Muslim, memang bedanya tipis skali tp walaupun tipis tetep ada bedanya( serupa tp tak sama), krn itu menentukan ke hukum scara kseluruhan, halal atau haram, tentu kita inginnya yg halal kan…, sy kira dlm Islam itu halal dan haram itu sudah jelas dan tdk perlu diperdebatkan lagi….sy punya sih artikel ttg simpan pinjam yg syariah dan perbandingannya dg yg konvensional…insya Allah sy akan coba posting…mudah2an ini bisa atau hrs mnjadi bhn prtimbangan…trima kasih….

  11. warga biasa mengatakan:

    Agar blog ini bisa lebih ‘hidup’ saya setuju dengan usulan P’ Yunindra, baiknya disediakan menu khusus agar pengurus/warga dapat posting ke dalam blog ini. Tapi dibuat dulu aturan yang jelas hal apa saja yang boleh dan tidak boleh di posting di blog ini, kami berkeyakinan blog ini akan tambah bermanfaat dan dapat dipertanggung jawabkan.

  12. Jarfin mengatakan:

    teman-teman semua, sebenarnya blog ini ada kembarannya di blogspot namanya juga sama yaitu kalibarupermai.blogspot.com mungkin banyak yg belum tahu keberadaannya.
    blog di wordpress dikhususkan untuk berita seputar kegiatan RT/RW mulai dari pertemuan, pembahasan dan realisasi program kerja ada disini. sedangkan kembarannya untuk berita yang umum, bisa info bursa kerja, kegiatan arisan di blok , jalan-jalan, kumpul2 dll. jadi ada pemisahan content. bagi warga yang mau menuliskan artikel bisa dimuat di blogspot, silahkan kirim email ke kalibarupermai@gmail.com.
    tq.

  13. bony mengatakan:

    Dear Bapak Eka, semua keuntungan yang didapat dari jasa pinjaman akan dikembalikan lagi ke anggota (SHU) dan sifat pinjamannya konsumtif (untuk apa saja), semakin banyak meminjam semakin besar porsi SHU yang didapat pada akhir periode, dan kita kasih nama “Paguyuban Simpan Pinjam” (dari anggota untuk anggota)

  14. warga biasa mengatakan:

    ok lah kalo begitu…..
    kita coba meluncur ke kembarannya
    terima kasih atas informasinya

    Pak Jarfin…Jangan lelah untuk terus berkarya.

  15. bagus mengatakan:

    Beberapa masukan buat Tim Formatur USP/PSP :

    1. Seandainya, dana yang terkumpul dari anggota digunakan untuk membiayai kegiatan usaha produktif, akan lebih banyak manfaat dari dana tersebut :
    – Akan ada orang yang kita bisa bantu untuk berdiri secara mandiri.
    – Keuntungan bagi pemilik dana, diambil dari sistim bagi hasil dari keuntungan usaha tersebut.
    – Dana bergulir, orang lain terbantu, ekonomi mikro bergerak, pemilik dana punya keuntungan, everybody happy.

    2. Seandainya dana yang terkumpul dari anggota digunakan untuk membiaya kebutuhan rumah tangga sehari-hari anggotanya :
    – Peminjam akan terpenuhi kebutuhan hariannya dengan cara mencicil.
    – PSP akan mendapatkan keuntungan dari margin belanja kebutuhan sehari-hari tersebut.
    – Hingga jumlah omzet tertentu, PSP akan dapat menggaji orang untuk urusan belanja dan distribusi barang. Artinya, satu orang / satu keluarga lagi bisa ikut hidup dari kegiatan ini.

    3. Seandainya dana tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada peminjam :
    – PSP bisa menciptakan kultur masyarakat yang produktif, tidak konsumtif.
    – PSP tidak akan memberatkan anggotanya dengan beban bunga, meskipun dengan alasan bunga itu akan kembali ke anggota.
    dan terutama :
    – Sistim riba bisa kita hindari.

    wallahu’alam bishawab

  16. Dhorifi Zumar mengatakan:

    Alhamdulillah respons positif thd rencananya berdirinya unit usaha simpan-pinjam sungguh luar biasa. Pak eka usulin sistem syariah, pak bony nanggapin secara transparan, pak bagus nambahin secara komprehensif.

    Sekadar informasi bhw pd 7 maret lalu tim 8 (tim formatur USP) tlh mengadakan rapat adhoc dg menghasilkan kesepakatan pengurus Paguyuban Simpan Pinjam Kalbarmai sbb: ketua Pak Anton, sekretaris pak Bambang Irianto, dan bendahara pak Sony Birowo. Selamat kpd pengurus PSP. Selamat berkarya untuk kemaslahatan warga Kalbarmai !!!

  17. Eka mengatakan:

    Assalamualaikum, Dear P Bony, lngsung aja P Bony, walaupun SHU kmbali ke anggota2 jg, tp itu tdk bs mnjd pembenaran ke hukumnya, krn riba adlh suatu bentuk transaksi, spt yg sy katakan beda antara konvensional dan haram itu tipis sekali, tp yg tipis itu menentukan ke hukum keseluruhan, halal or haramkah…? Spt yg prnah dikatakan oleh Pakar Syariah (Bpk. A. Riawan Amin) bhw klo diumpamakan prbedaan antara konvensional & syariah adlh ibarat seseorang yg punya anak dr hasil pernikahan resmi dg seseorang yg punya anak dr hasil maaf zina, klo dilihat spintas kan sm2 mnghasilkan anak ya kan, tp apanya cb yg beda, prosesnya kan…yg satu dr akad nikah yg sah sdngkan yg satu tanpa akad yg sah…, mngkin lebih detailnya P Bony bs liat di artikel2 yg sy kasih ke P Rw…Trims Wassalam

  18. warga biasa mengatakan:

    perumpamaan itu dari pakar syariah lho…..

    ya kan Pak….

  19. Tri Wahyudi mengatakan:

    Sy kira ga ada salahnya utk mempelajari apa yang dikatakan oleh Aa’ Eka utamanya bg team adhoc wabil khusus bagi pengurus paguyuban simpan pinjam, mumpung masih dalam tahap perencanaan … agar qta mempunyai cara pandang yang sama tentang paguyuban yang akan didirikan … bukan bgt cuy….?

  20. Eka mengatakan:

    Eh…ada Pak ‘De Yudi, makasih bnyk atas tanggapannya, ada bbrp hal yg ingin sy kritisi :
    1. Ada yg bilang “Konvensional & syariah hslnya sm saja”, memang bnr hslnya bs sm saja tp caranya/aturan mainnya yg berbeda, ibaratnya klo qta pengen punya spatu baru, tentu ada bbrp cara yg bs dtempuh, misalnya dg membeli, meminta (tentu itu cara baik & halal) tp bs jg dg cara tdk baik misalnya mencuri,merampas dll yg tdk baik (tentu itu cara yg tdk baik & haram), tp kedua cara yg baik & tdk baik itu bs sm2 mndapatkan spatu kan…? Nah tentunya dr situ qta bs mnilai mana cara yg bener kan….!!!(maaf klo sy salah brlogika…)
    2. Ada yg bilang “klo sm2 ikhlas + tdk ada mrasa yg diberatkan maka tdk ada mslh (“halal”)”, tp tdk bgitu, kmbali sy brlogika lg dan ini bukan murni logika sy aja…, ibaratnya dua orng yg mlakukan maaf perzinahan atas dasar suka sm suka / ikhlas, apakah terus hukum perzinahan itu jd halal..? tentu tdk bukan…? (skali lg ini bukan murni logika sy aja)
    3. Ada yg bilang “bhw persentase pmakai bank syariah msh sdikit dibandigkan dg bank konvensional, jd trlalu jauh klo konvensional dihukumkan dg riba” kmbali sy berlogika, apakah suatu hukum hrs ditentukan oleh quantitas…? bagaimana kalau misalnya bhw sdh jelas minum2an keras + memabukkan itu hukumnya haram, trs klo yg pemabuk itu lebih bnyk dr yg ‘ngga, apakah trs hukum meminum minuman keras itu jd halal…? tentu tdk kan…? bgitu jg dg metode bunga yg dterapkan oleh bank konvensional, MUI sdh sangat jelas memfatwakan itu haram…!!

    Ksimpulannya
    1. syariah jg membolehkan untuk mencarai untung (SHU) dg cara yg syariah
    2. Hukum tdk bs ditentukan spt cara diatas

    Salam hangat slalu
    Especiallya buat pengurus RW

    Wassalam
    Eka Kh

  21. warga biasa mengatakan:

    Ada hal penting yang perlu digaris bawahi yaitu: mengenai konsep / ide awal oleh pengurus dalam pembentukan USP yang semata-mata demi kepentingan dan kemajuan warga, sepertinya perlu diberikan sebuah apresiasi khusus.
    Kami yakin pengurus akan menerima / mengolah semua informasi penting dari warga dan menganggap hal itu bukanlah sebuah kendala, solusi yang terbaik pasti sudah didapatkan hanya tinggal diungkapkan. Kami tunggu…..

    Salam

  22. yunindra mengatakan:

    🙂 saya senang juga p DZ…, di awal kepengurusan banyak warga/pengurus memberi masukan dan saling memberi komentar…, salut!
    mewakili pengurus sy mengucapkan terima kasih atas sumbang pikirnya. P bagus, p bony, aa eka, p tri, warga biasa (siapa sih pak kok blm kenal kita… hehehe), semuanya berpikir utk kebaikan bersama dunia akhirat..:)
    sy tdk akan masuk ke esensinya, biarlah mereka2 yg kompeten yg membahasnya. Umum sj bahwa kita perlu ragam pendapat, opini dan ide supaya kita menjadi “kaya” hati. Dalam kehidupan bersosial kemasyarakatan terkadang banyak hal perlu dipertimbangkan, mungkin sementara USP ini bisa kita tunda sejenak, sambil menunggu pembahasan lebih dalam mengenai hal2 yg terkait spt disebutkan oleh bapak2.. bagaimana bapak2?

  23. warga biasa mengatakan:

    Ada 4 point dari P’ Yunindra yang menurut saya penting:

    1.semua berpikir utk kebaikan bersama dunia akhirat

    2.perlu ragam pendapat, opini dan ide supaya kita menjadi “kaya” hati

    3.Dalam kehidupan bersosial kemasyarakatan terkadang banyak hal perlu dipertimbangkan

    4.tunda sejenak sambil menunggu pembahasan lebih dalam

    luar biasa …. salute

  24. yunindra mengatakan:

    trims pa warga biasa…
    halo p tanta…
    kok gak ada kabarnya lg…
    p tondi jg..

  25. Eka mengatakan:

    Kpd Yth ‘warga biasa’ masukan bpk/ibu (abis bs bpk atau ibu kan…??? jgn2 ini P Wahyu yah…? maaf klo salah) sangat brharga, dan slalu berusaha menetralisir sgala hal, mudah2an qta bs slalu bijak dlm memutuskan sgala hal, salute jg kpd Mas ‘Betmen’ (P yunindra), mudah2an blog ini bs membwa komunikasi yg positif, demi kemajuan komplek kita smua, Merdekaaaaaaa…..!!!!! Bukan begitu P Yun….

    Bravo pengurus RW

    Salam hangat

    Eka Kh

  26. bony mengatakan:

    Terima kasih pak Eka atas masukannya, semoga ada solusi & realisasi yang cepat untuk mewujudkan berdirinya PSP ini, gimana niy tanggapan pansus alias team adhoc yang lain?

    salam
    Bony M

  27. warga biasa mengatakan:

    Yth Pak Eka.
    Niat saya hanya sederhana saja, agar kami sebagai warga selalu bangga telah menjadi bagian dari Perumahan Kalibaru Permai.

    Dan untuk hal yang belum terselesaikan pasti akan ada jalan keluar, karena logikanya niat awal yang baik pasti menghasilkan sesuatu yang baik juga.

    salam

  28. yunindra lagi mengatakan:

    @ aa eka : merdekaa juga! (lho?)
    yg penting mah terus berkarya dgn sumbangsih pikir dan masukan ya.. jgn bosen dan cepat ‘lelah’
    @ warga biasa : hmm… perlu dibuka id nya gak? hehehe..
    sama dng saran sy buat pak eka diatas.., terus menulis dan menulis ya.

  29. warga biasa mengatakan:

    Mungkin saya bisa memberikan sedikit motivasi terkait hal ini:

    Apabila dua orang selalu sepakat dalam segala hal, itu berarti cuma satu orang yang berpikir.

    (kalo gak nyambung abaikan saja ya…hehe)

  30. bagus mengatakan:

    ada banyak dinamika dari banyak pemikiran,
    ada juga warga biasa yang bijaksana,

    maju terus kalibaru permai !!!

  31. Dhorifi Zumar mengatakan:

    Emang hebat warga biasa kita ini (halo apa kabar pak Tanta?)
    Kata-katanya selalu ‘bersayap’ bak seorang pujangga atau filosof….
    Orang yg pernah belajar filsafat aja bisa kalah nih, he..he..

  32. Eka mengatakan:

    @ P Bony : trima ksh Pak atas apresiasinya, sy hanya berusaha utk mlakukan apa yg mnjadi kwajiban sy (sm skali ga ada niat lain) utk kbaikan yg tdk hanya baik di mata manusia tp jg baik di mata Allah SWT, sy spenuhnya percaya bhwa niat pengurus khususnya PSP adlh niat yg sngat mulia….dan perlu dukungan moril lahir dan bathin ya Pak….slam hangat slalu P Bony….
    @ P yunindra : Insya Allah sy tdk mrasa lelah (klo abis main bola aja Pak br brasa lelah bngt, apalg klo p yun ga main ky kmaren he…he…he…) ataupun terbebani utk slalu memberikan sumbangsih pemikiran yg konstruktif demi kmajuan perumhan kita, eh p yun di msjid ada mau blajar ngaji lg tuh, kmaren p jarfin nyari tmn/grup…gimn…? ajak jg yg lain klo bs ya pak…!!!
    @ warga biasa (saha sih ieu teh nya….? meni panasaran dugi ka impen2 yeuh….) Teruslah spt itu Pak / Bu bijak + elegan….!!!!

    Fastabiqul khairat….

    wassalam

    eka kh

  33. warga biasa mengatakan:

    biarkan zorro dan topengnya menembus batas……..

    tamat

  34. anton kamal mengatakan:

    Ass…warga dan pengurus rw.Wach ketinggalan dinamika berita warga dan pengurus rw nich,hallo a’Eka pakde Yudhi,cak DZ(pak rw),bang Jarvin,a’ Bagus dan mas BatMan dan bapak “warga biasa”dan tidak lupa Uda Bony,well salut utk semua.Pengurus USP yang permanen sebenarnya belumlah terbentuk,dari hasil rapat team ad-hoc yang terdiri dari lima unsur rt yang masing rt diwakili oleh Pak Aep dari rt 01,Pak Yunizar dari rt 02,Pak Rojali dari rt 03,Pak Mumu’ dari rt 04 (berhalangan hadir) dan Pak Sony dari rt 05 serta saya sendiri dan Pak Bambang dari team ekonomi dan kesejahteraan dan Pak Bony Mansyur dari pengurus teras rw,belumlah sampai pada keputusan memilih anggota tetap yang terdiri dari ketua ,sekertaris dan bendahara.Team ad-hoc yang dibentuk oleh rw pada saat itu hanya mewacanakan tata tertib , aturan main dan segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha simpan pinjam.Benar saat itu sempat tercetus untuk langsung mencari figur yang kredible,acceptable dan yang terpenting bersedia untuk menjadi pengurus USP periode 2010-2012.Dari rapat terbatas itu ada beberapa hal penting yang dihasilkan a,l adalah:
    1.Pengurus , baik ketua , sekertaris , dan bendahara haruslah orang yang mengerti tentang pengelolaan usaha simpan pinjam.
    2.Pemilihan pengurus akan dilakukan pada akhir maret 2010 dimana team ad-hoc berhak mengusulkan nama calon ketua , sekertaris dan bendahara dari seluruh warga kali baru permai yang berdomisili tetap.
    3.Metode yang digunakan dalam operasional harian USP akan didiskusikan ke beberapa unsur terkait seperti pengurus rw, pengurus rt dan penasehat rw serta pengurus dkm.
    4.Team ad-hoc dalam hal ini hanya membuat draft teknis dan aturan main yang paling sesuai dan paling bisa diterima oleh semua unsur baik pengurus rt,rw dan seluruh warga secara keseluruhan.
    Dengan ini tentunya sangat diharapkan masukan dari semua unsur yang sudah saya sebutkan diatas demi tercapainya proses pembelajaran praktek ekonomi agar tercipta jiwa wira usaha mandiri dari warga , oleh warga dan untuk warga .Demikian.

    Salam,

    Team EkSen

  35. yunindra mengatakan:

    betul kt P DZ, meskipun dgn nama samaran tp aa warga biasa (kl msh terus sy tulis WB aja ya) telah menunjukkan eksistensinya dgn sumbang pikir spt seorang filsuf….. ditambah kepeduliannya sbg seorang warga thd permasalahan2 yg ada menunjukkan pula sense of belonging nya thd kalibaru permai sgt tinggi. Mungkin beliau bisa kita ajukan utk wakil warga di LPM Kelurahan…🙂
    Utk WB : wah bener tuh bro, seperti Zorro layaknya…, cuman Zorro agak sedikit playboy loh.
    P Eka : saya mah mendukung sekali program mengaji..,dulu kan kita jg yg minta supaya lancar mengaji. cuma jeleknya soal wkt saya sulit disiplin. Jalani aja pak, sy sdh ada 2 calon yg mau ikut jg.

    • no name mengatakan:

      semua warga sense of beloging sich tinggi cuma kadarnya saja yg berbeda-beda oleh krn itu hrs kita beri semanagat maklum dngn kesibukan masing2

  36. sony mengatakan:

    Paguyuban Simpan Pinjam
    tuing tuing ????
    Riba ataw Bukan …
    Halal ataw Haram …
    kebaikan ataw menjadi buruk…
    agak berat sepertinya tapi sebagai pribadi
    saya akan mencari pembenarannya,… tapi kalo tidak ketemu. Saya mohon bantuannya mungkin ada yang bisa menemukannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: