Perbarui Prosedur Pengamanan Perumahan


Warta Kalbarmai (Depok). Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) bertekad untuk memperbarui sistem keamanan atau prosedur pengamanan yang berlaku di perumahan. Jika selama ini sistem pengamanan terkesan masih sangat longgar, terutama dengan tamu-tamu yang keluar-masuk perumahan. Maka efektik 1 Mei 2010 sistem pengamanan akan diperketat.

Bagi para tamu/pengunjung perumahan akan diberlakukan prosedur kartu pass (tanda masuk). Teknisnya, mereka menyerahkan kartu tanda pengenal seperti KTP/SIM kepada petugas keamanan begitu memasuki pintu gerbang perumahan, setelah itu mereka diberikan kartu pass setelah terlebih dahulu menulis keperluan/kepentingannya di buku check list yang disediakan.

”Sistem baru ini prioritas bagi visitor. Hanya saja warga perumahan juga kita berlakukan sistem yang sama terutama yang memiliki kendaraan roda empat,” ujar Pak Ari Setiawan, koordinator sie Kamtib pada rapat pleno diperluas di kediaman Pak Anton [B3/01], sabtu malam 20 Februari lalu.

Dengan diberlakukan sistem kartu pass maka setiap warga perumahan setiapkali masuk atau keluar kompleks wajib menyerahkan kartu itu kepada petugas keamanan. Tidak hanya kartu pass, warga Kalbarmai juga kendaraannya akan dilengkapi dengan stiker khusus sebagai tanda pengenal kendaraan warga perumahan.

Upaya ini dilakukan semata-mata demi pengamanan aset warga berupa kendaraan bermotor dari aksi pencurian yang dari hari ke hari semakin marak dan makin canggih modus operandinya. Sebab dengan sistem semacam ini maka keluar-masuknya kendaraan bermotor akan termonitor.

Hanya saja, untuk tahap awal sistem ini baru bisa diberlakukan bagi kendaraan roda empat atau mobil. Sedangkan kendaraan roda dua (motor) masih mengalami kendala teknis, lantaran pintu aksesnya tidak hanya satu yaitu pintu gerbang utama tetapi juga bisa lewat pintu belakang perumahan.

Namun demikian, para tamu dari jauh (dan bukan warga sekitar) yang akan memasuki Kalibaru Permai dan kebetulan membawa motor akan tetap diberlakukan sistem yang sama. Yaitu mereka harus menyerahkan kartu pengenal kepada petugas dan kemudian diberikan kartu visitor.

”Kami sadari pada awal-awal warga perumahan akan mengalami kekikukan atau keribetan dengan pemberlakuan sistem baru ini. Tapi lama kelamaan mereka akan terbiasa juga, apalagi ini demi kebaikan dan kepentingan kita bersama,” tandas Pak Ari.

Gapura, Selangkah Lagi

Sementara itu pada rapat yang sama Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan (Banghara) mempresentasikan overview pembangunan gapura perumahan. Alhasil, selangkah lagi perumahan kita akan mempunyai gapura yang bisa berfungsi sebagai simbol atau landmark bagi perumahan.

“Segala sesuatunya sudah kita siapkan dengan baik, termasuk desainnya,” kata Pak Yanuar Saptono, koordinator sie Banghara. Desain yang dimaksud telah rampung dirancang oleh seorang desainer dari luar. Saat ini warga sudah bisa melihat desainnya jika penasaran ingin mengetahuinya.

Tidak seperti yang ada di pikiran kebanyakan orang bahwa gapura pasti memiliki kerangka atas atau atap alias berbentuk kubus. Namun gapura yang akan dibangun ini didesain dengan pola minimalis tapi elegan berbentuk empat persegi panjang ukuran 1,5×2 m2. “Insya Allah kalo jadi tetap terlihat excellent, sehingga ada kesan mewah,” lanjut Pak Yan.

Sebenarnya ada dua opsi desain yang ditawarkan sie Banghara kepada peserta rapat yang berjumlah 24 orang malam itu. Tapi setelah dilakukan voting maka mayoritas yang hadir memilih desain dengan pola minimalis tersebut.

Bahan dasar gapura tersebut adalah bahan-bahan bangunan pada umumnya (semen, batu, pasir, dll) yang dipadupadankan dengan batu alam dan stainless steel terutama untuk tulisan ”Perum Kalibaru Permai” dengan kelengkapan lighting (lampu) di waktu malam.

Lalu berapa biaya atau anggaran yang dibutuhkan untuk gapura tersebut? Menurut sie Banghara diperkirakan sekitar 10-15 juta rupiah. ”Tapi sebenarnya biaya masih bisa ditekan jika bahan-bahannya diturunkan sedikit kualitasnya,” sela Pak Arif Effendi yang kebetulan paham soal kerjaan tersebut.

Mengintrodusir KSU

Untuk kepentingan yang lebih strategis ke depan, pengurus RW akhirnya mengintrodusir pendirian koperasi serba usaha (KSU), mengingat ia memiliki cakupan usaha yang lebih luas serta mengandung nilai-nilai edukasi kewirausahaan yang sangat berguna bagi warga.

Hal ini bukan berarti bahwa upaya pendirian unit usaha simpan pinjam (USP) dibatalkan begitu saja namun sekadar di-pending untuk beberapa waktu. Bisa saja nantinya, jika dikehendaki, USP menjadi salah satu unit usaha koperasi.

Selain itu, unit usaha yang bisa masuk ke dalam koperasi sangat banyak, mulai usaha konsumsi, produksi, pemasaran hingga jasa. Semisal laundry, RW/RT-Net, agen produk-produk consumer good, serta jasa seperti pembayaran tagihan maupun pengurusan surat-surat penting, dan masih banyak lagi.

Alasan lain dipilihnya koperasi adalah persyaratannya yang tidak terlalu rumit dan modal usahanya yang tidak terlalu besar. Dengan modal awal minimal sebesar 5-10 juta rupiah dan anggota 20 orang maka koperasi sudah siap untuk didirikan.

Keuntungan lain dengan adanya koperasi adalah sifat kekeluargaan yang begitu kental karena memang koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berasas kekeluargaan dan gotong royong serta didedikasikan untuk sebesar-besar kesejahteraan anggotanya.

Dengan adanya koperasi ini, maka concern pengurus baru yang ingin meningkatkan kesejahteraan warga Kalbarmai, terutama para pengurusnya dan anggotanya, akan dapat diwujudkan. Sebab dengan menjadi anggota koperasi maka setiap tahun minimal akan didapatkan pendapatan dari sisa hasil usaha (SHU) koperasi.

Tidak hanya itu, dana-dana bergulir dari pemerintah yang bersifat soft loan kerapkali diberikan kepada koperasi yang memiliki prestasi atau kualifikasi tertentu. Dana bergulir ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan modal jika suatu saat koperasi mengalami kesulitan pengembangan usaha

”Cuma namanya dana bergulir, maka koperasi tetap punya kewajiban untuk mengembalikannya, karena itu bukan dana gratis atau hibah,” jelas Pak Nanang, personil Seksi Eksen yang kebetulan pegawai Kementerian Koperasi dan UKM.

Kayaknya, tak ada ruginya tuh jadi anggota koperasi !!!

4 Balasan ke Perbarui Prosedur Pengamanan Perumahan

  1. yunindra mengatakan:

    …. ok konsep dan tahap awal perencanaan sudah dilakukan…, berikut adalah aplikasi, implementasi dan realisasi dari seluruh konsep agar ada progress. Nah tp itu semua kembali pada pendanaan…, bagaimana bapak2 ada masukan lanjutan?

  2. warga biasa mengatakan:

    kumpulin “koin” aja Pak……

    (koin=inspirasi)

  3. Yunindra mengatakan:

    pak wb, good idea…..

  4. Boedy mengatakan:

    Salam kenal……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: